Select Page

Indonesia sebagai produsen pisang terbesar ke-6 di dunia mempunyai potensi yang besar
untuk mengembangkan industri pisang baik di pasar domestik maupun internasional. Namun,
tantangan yang dihadapi pada industri pisang adalah penanganan pasca panen dari buah pisang
yang merupakan buah klimakterik yang cepat matang karena keterbatasan fasilitas serta
teknologi yang dimiliki oleh petani dan penjual buah di Indonesia. Saat ini, pisang banyak
diproduksi oleh petani kecil yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia sehingga diperlukan
teknologi yang tepat, mudah dan murah untuk penanganan pasca panen buah pisang. Teknologi
pasca panen saat ini sudah mampu melakukan penundaan pematangan buah seperti yang telah
banyak dilaporkan. Sampai saat ini, tim riset telah melakukan berbagai penelitian penundaan
pematangan buah mulai dari penggunaan efek material gelas, tanah liat, dan bambu sebagai
bahan alternatif untuk pembuatan Fruit Storage Chamber (FSC) dari bambu terhadap proses
pematangan buah. Selain penelitian efek material, kami juga melakukan analisis secara fisik dan
fisiologis untuk mengetahui pengaruh ethylene blocker dan pengaruh penyalutan
menggunakan kitosan terhadap proses penundaan pematangan buah pisang. Penelitian yang
diusulkan pada proposal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai standar
kualitas untuk pisang yang akan diekspor ke luar negeri melalui pendekatan aplikasi omics
berupa analisis metabolit dan analisis ekspresi gen yang dihasilkan selama proses pematangan
buah pisang. Penelitian ini akan difokuskan untuk melakukan analisis metabolit menggunaan
pendekatan omics dengan metoda kuantitatif. Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan profil
metabolomik serta validasi ekspresi gen selama proses pematangan buah pisang. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara ilmiah mengenai mekanisme
standardisasi pisang ekspor ke luar negeri secara molekuler yang bertujuan untuk
menghasilkan teknologi yang lebih optimal. Teknologi tersebut sangat diperlukan untuk
meningkatkan kualitas pisang Indonesia sehingga memiliki nilai ekonomis yang signifikan
untuk dapat bersaing di pasar dunia.

Fenny M. Dwivany
(Riset ITB KK A Tahun 2017)